Kejutan di 28

Dari seluruh rangkaian hidup yang hampir kepala tiga. Ternyata pada angka 28 inilah masa yang memberikan banyak pelajaran dan pemahaman. Usia 28 seharusnya bisa digolongkan dalam usia yang matang soal pemikiran dan emosi. Tapi ternyata soal kematangan cara berpikir tidak akan diuji jika itu hanya sebatas teori atau hanya sebatas perkataan saja. Pembuktian dalam perilaku lebih baik dalam menunjukkan hal itu dan diperkuat dengan pengalaman yang tidak terbatas.
(baca juga Masa Postpartum Yang Dianggap Sepele)
Melalui menikah, hamil bahkan melahirkan sembari menjalani kehidupan setelah menikah untuk pertama kalinya memberikan banyak pemahaman dalam berbagai aspek kehidupan. Dari yang sebelumnya belum pernah mengalami hal tersebut, di masa ini rasanya diri ini belum sempurna untuk memahami diri dan tubuh ini bahkan orang lain dan banyak orang. Persepsi yang sudah dibangun soal hidup, keluarga, pasangan, anak dan berbagai hal lainnya rasanya seperti reset kembali setelah memasuki masa-masa ini. Setiap momen yang dilewati tentunya tidak akan sama pada setiap orang, karena pengalaman dan pembelajaran setiap orang pastinya akan berbeda juga. Dan hal ini pada setiap orang punya waktu dan masanya masing-masing. Begitu juga dengan pemikirannya. Yang jelas, jalan setiap kita tidaklah sama.
Bagaimana kita bersikap dan bertindak dalam umur yang semakin bertambah menunjukan pelajaran apa yang telah kita lewati dan dapatkan. Apakah mewariskan seperti apa adanya, atau mencoba memberikan perubahan walaupun tidak sempurna namun bingung darimana memulainya. Yang jelas, upaya yang terbaik menjadi alasan terkuat untuk tetap semangat yang walau kadang pasang surut. Dengan kejutan yang tidak terduga ini semoga menjadikan diri ini lebih baik lagi dan lagi.
(apron menyusui 2in1 dengan motif bolak-balik, berguna banget saat busui sedang berpergian. Klik di sini!)


